Idea projektu
For this final project, we had the opportunity to design a commercial retail store, namely a department store located in the city of Mojokerto, named Rosa Fashion Department Store. Selling various men's, women's and children's fashion products for the lower middle class in Mojokerto and its surroundings. From the problems found, the department store design is expected not only to provide facilities for direct shopping, but also as a means of recreation that can influence customer behavior to achieve positive well-being and can also increase customer buying behavior. . Therefore, the behavioral architecture approach is used because consideration of user behavior is needed to support the creation of these goals. For the concept, we created a “brick and mortar” shop. Even though today most people tend to shop online, in its development retail stores with brick and mortar concepts are still needed to complement the growing online stores. Therefore, offline stores need to be designed to create an interesting experience for visitors, which is certainly different from the experience they get when shopping online. The keyword obtained is "experience" when shopping and is divided into three stages, namely pre-purchase experience, experience during purchase, and post-purchase experience. The experience is applied to the building atmosphere that is created from the initial entrance to the exit with the help of a multisensory experience that can help increase their shopping value so that the time that is activated and customer purchases increase. Untuk tugas akhir ini, kami berkesempatan untuk merancang sebuah bangunan cafe yang terletak di pandaan pasuruan, bernama Bro Sist Cafe. Dari permasalahan yang ditemukan, perancangan cafe ini diharapkan tidak hanya menyediakan fasilitas hanya makan dan minum, tetapi juga memberikan experience experience yang baru dan tidak biasa bagi pengunjung dan pengguna cafe. Oleh karena itu, pendekatan sense of place digunakan karena ingin lebih mengangkat lagi identitas pandaan itu sendiri, jadi ketika orang datang sudah mempresentasikan pandaan dan memberikan hubungan rasa antara tempat dan manusia. Untuk konsepnya, kami memakai konsep tirtha agha yang berasal dari bahasa sansekerta yaitu air murni, konsep ini diambil dari pandaan yang terkenal dengan sumber air pegunungan dan sumber air mineralnya. Sehingga akan memberikan pengalaman yang menarik bagi pengunjung, yang tentunya berbeda dengan pengalaman yang didapatkan di cafe lain. Kata kunci yang dapat diperoleh adalah “experience” saat makan dan minum, pengunjung bisa merasakan makan sambil berenang di pool cafe, bisa menikmati alam hijau yang luas di bukit, sampai makan di bawah air, atau di bawah skylight yang memberikan sensasi makan di bawah air dan mendengarkan suara natural dari gemericik air yang ada di setiap area cafe. Tidak hanya itu, cafe juga mengangkat beberapa sejarah seperti Jolotundo dan Candi jawi yang di aplikasi kan pada Bro Sist Cafe ini agar semakin mempresentasikan pandaan dan mengangkat iddentitas pandaan
Popis projektu
For this final project, we had the opportunity to design a commercial retail store, namely a department store located in the city of Mojokerto, named Rosa Fashion Department Store. Selling various men's, women's and children's fashion products for the lower middle class in Mojokerto and its surroundings. From the problems found, the department store design is expected not only to provide facilities for direct shopping, but also as a means of recreation that can influence customer behavior to achieve positive well-being and can also increase customer buying behavior. . Therefore, the behavioral architecture approach is used because consideration of user behavior is needed to support the creation of these goals. For the concept, we created a “brick and mortar” shop. Even though today most people tend to shop online, in its development retail stores with brick and mortar concepts are still needed to complement the growing online stores. Therefore, offline stores need to be designed to create an interesting experience for visitors, which is certainly different from the experience they get when shopping online. The keyword obtained is "experience" when shopping and is divided into three stages, namely pre-purchase experience, experience during purchase, and post-purchase experience. The experience is applied to the building atmosphere that is created from the initial entrance to the exit with the help of a multisensory experience that can help increase their shopping value so that the time that is activated and customer purchases increase. Untuk tugas akhir ini, kami berkesempatan untuk merancang sebuah bangunan cafe yang terletak di pandaan pasuruan, bernama Bro Sist Cafe. Dari permasalahan yang ditemukan, perancangan cafe ini diharapkan tidak hanya menyediakan fasilitas hanya makan dan minum, tetapi juga memberikan experience experience yang baru dan tidak biasa bagi pengunjung dan pengguna cafe. Oleh karena itu, pendekatan sense of place digunakan karena ingin lebih mengangkat lagi identitas pandaan itu sendiri, jadi ketika orang datang sudah mempresentasikan pandaan dan memberikan hubungan rasa antara tempat dan manusia. Untuk konsepnya, kami memakai konsep tirtha agha yang berasal dari bahasa sansekerta yaitu air murni, konsep ini diambil dari pandaan yang terkenal dengan sumber air pegunungan dan sumber air mineralnya. Sehingga akan memberikan pengalaman yang menarik bagi pengunjung, yang tentunya berbeda dengan pengalaman yang didapatkan di cafe lain. Kata kunci yang dapat diperoleh adalah “experience” saat makan dan minum, pengunjung bisa merasakan makan sambil berenang di pool cafe, bisa menikmati alam hijau yang luas di bukit, sampai makan di bawah air, atau di bawah skylight yang memberikan sensasi makan di bawah air dan mendengarkan suara natural dari gemericik air yang ada di setiap area cafe. Tidak hanya itu, cafe juga mengangkat beberapa sejarah seperti Jolotundo dan Candi jawi yang di aplikasi kan pada Bro Sist Cafe ini agar semakin mempresentasikan pandaan dan mengangkat iddentitas pandaan
Technické informace
For this final project, we had the opportunity to design a commercial retail store, namely a department store located in the city of Mojokerto, named Rosa Fashion Department Store. Selling various men's, women's and children's fashion products for the lower middle class in Mojokerto and its surroundings. From the problems found, the department store design is expected not only to provide facilities for direct shopping, but also as a means of recreation that can influence customer behavior to achieve positive well-being and can also increase customer buying behavior. . Therefore, the behavioral architecture approach is used because consideration of user behavior is needed to support the creation of these goals. For the concept, we created a “brick and mortar” shop. Even though today most people tend to shop online, in its development retail stores with brick and mortar concepts are still needed to complement the growing online stores. Therefore, offline stores need to be designed to create an interesting experience for visitors, which is certainly different from the experience they get when shopping online. The keyword obtained is "experience" when shopping and is divided into three stages, namely pre-purchase experience, experience during purchase, and post-purchase experience. The experience is applied to the building atmosphere that is created from the initial entrance to the exit with the help of a multisensory experience that can help increase their shopping value so that the time that is activated and customer purchases increase. Untuk tugas akhir ini, kami berkesempatan untuk merancang sebuah bangunan cafe yang terletak di pandaan pasuruan, bernama Bro Sist Cafe. Dari permasalahan yang ditemukan, perancangan cafe ini diharapkan tidak hanya menyediakan fasilitas hanya makan dan minum, tetapi juga memberikan experience experience yang baru dan tidak biasa bagi pengunjung dan pengguna cafe. Oleh karena itu, pendekatan sense of place digunakan karena ingin lebih mengangkat lagi identitas pandaan itu sendiri, jadi ketika orang datang sudah mempresentasikan pandaan dan memberikan hubungan rasa antara tempat dan manusia. Untuk konsepnya, kami memakai konsep tirtha agha yang berasal dari bahasa sansekerta yaitu air murni, konsep ini diambil dari pandaan yang terkenal dengan sumber air pegunungan dan sumber air mineralnya. Sehingga akan memberikan pengalaman yang menarik bagi pengunjung, yang tentunya berbeda dengan pengalaman yang didapatkan di cafe lain. Kata kunci yang dapat diperoleh adalah “experience” saat makan dan minum, pengunjung bisa merasakan makan sambil berenang di pool cafe, bisa menikmati alam hijau yang luas di bukit, sampai makan di bawah air, atau di bawah skylight yang memberikan sensasi makan di bawah air dan mendengarkan suara natural dari gemericik air yang ada di setiap area cafe. Tidak hanya itu, cafe juga mengangkat beberapa sejarah seperti Jolotundo dan Candi jawi yang di aplikasi kan pada Bro Sist Cafe ini agar semakin mempresentasikan pandaan dan mengangkat iddentitas pandaan